← Back to list
Istilah

Efek Konsensus Palsu - Logika Seleksi

Orang-orang melebih-lebihkan seberapa banyak orang lain setuju dengan pandangan, preferensi, atau perilaku mereka.

Definisi

Efek Konsensus Palsu: Orang-orang melebih-lebihkan proporsi orang lain yang memiliki pandangan, preferensi, atau perilaku yang sama dengan mereka—dengan berasumsi "kebanyakan orang akan melakukan hal yang sama seperti saya," padahal pilihan orang lain seringkali lebih beragam.[1]


Mekanisme dan bukti

Ross, Greene & House (1977) menunjukkan bahwa pilihan apa pun yang dipilih peserta, mereka cenderung memperkirakan bahwa mayoritas akan memilih hal yang sama.[1]


Pola keputusan konsumen

"Semua orang membeli ini," "Orang normal akan memilih yang ini"—menggunakan preferensi sendiri sebagai proksi untuk orang lain" dengan asumsi ulasan dan peringkat penjualan mewakili "semua orang"—skor kesesuaian, mengabaikan heterogenitas kebutuhan.


Mitigasi (Logika Seleksi)

T1 dan T1.1 menyatakan bahwa tidak ada produk yang terbaik untuk semua orang. Konsensus palsu menyebabkan penggunaan "apa yang dipilih orang lain" alih-alih klarifikasi kebutuhan Anda sendiri.

  • Pisahkan "preferensi saya" dari "apa yang saya pikir kebanyakan orang lebih suka" gunakan data (misalnya, penyebaran ulasan, bauran penjualan) untuk mengkalibrasi.
  • Tanyakan "Apakah orang lain memilih A berarti A cocok untuk saya?"—kesesuaian tergantung pada kebutuhan dan bobot Anda.
  • Gunakan dimensi dan bobot alih-alih "orang normal akan" sebagai dasar untuk pilihan.

Referensi

  1. Ross, L., Greene, D., & House, P. (1977). The "false consensus effect": An egocentric bias in social perception and attribution processes. Journal of Experimental Social Psychology, 13(3), 279–01.[source]
  2. Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.[source]