Ikhtisar
Suplemen menggabungkan asimetri informasi tinggi dengan persuasi agresif. Logika Seleksi memperlakukan ini sebagai area kebutuhan tinggi untuk "imunitas konsumen" (T5).[^1]
Theory anchors: Asimetri informasi · Nilai Imunitas T5
Step 1 → Need clarification (M1)
Tulis:
-
hasil target,
-
kriteria keberhasilan yang terukur,
-
dan jangka waktu untuk evaluasi.
Step 2 → Allocate cognitive budget (T2)
Keputusan terkait kesehatan sering kali berisiko tinggi (secara langsung atau tidak langsung). Alokasikan lebih banyak upaya:
-
lebih memilih tinjauan sistematis dan RCT jika tersedia,
-
periksa relevansi dosis dan kesesuaian populasi.
Step 3 → Systematic evaluation (M3)
Gunakan Evaluasi Sistematis M3.
| Dimensi | Pertanyaan |
|---|---|
| kualitas bukti | apakah ada RCT/meta-analisis? |
| dosis | apakah dosisnya relevan secara klinis? |
| pelabelan | aktif yang jelas, jumlah, peringatan? |
| klaim | hindari "bahasa ajaib" |
Step 4 → Bias checklist
Step 5 → Validation protocol (M5)
Tentukan garis dasar — intervensi — tindak lanjut. Aturan berhenti jika tidak ada efek atau efek samping.
Standar & regulasi (orientasi dunia berbahasa Inggris)
Kerangka peraturan berbeda; sikap konsumen praktis:
-
kepatuhan adalah garis dasar; itu tidak menjamin kemanjuran,
-
perlakukan bukti dan transparansi dosis sebagai sinyal utama.[^2]
Referensi
- Akerlof, G. A. (1970). The market for “lemons”: Quality uncertainty and the market mechanism. Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–00.[source]
- Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.[source]