← Back to list

Dasar Ilmiah Evaluasi Produk - Logika Seleksi

Mengapa evaluasi yang baik memisahkan bukti dari nilai, menggunakan kriteria operasional, dan melaporkan ketidakpastian.

Tim Logika Seleksi · 2026-01-19
#Selection Logic #theoretical foundation #product evaluation #measurement #review methodology #evidence-based

Abstrak

Evaluasi produk bukanlah "satu skor". Ini adalah alur: tentukan kriteria yang dapat diukur, kumpulkan bukti, nyatakan bobot nilai, dan laporkan ketidakpastian. Tanpa kriteria eksplisit, evaluasi menyembunyikan asumsi dan menjadi persuasi daripada analisis.[^1][^2]


1. Evaluasi = pengukuran + model nilai

Dalam pengaturan multi-kriteria, Anda membutuhkan:

  • definisi operasional (apa yang diukur, bagaimana),

  • metode yang dapat direproduksi (protokol pengujian),

  • bobot eksplisit (apa yang dihargai pengguna).

Ini selaras dengan A2 dan T1.2 dari Logika Seleksi: bobot bersifat kondisional, dan ulasan menyematkan asumsi — A2 Subjektivitas bersyarat · T1.2 Akibat


2. Hierarki bukti (praktis)

Pertanyaan yang berbeda membutuhkan bukti yang berbeda:

  • pengukuran lab (masa pakai baterai, throughput),

  • data keandalan jangka panjang (jika tersedia),

  • studi lapangan dan panel pengguna (kegunaan).


3. Standar dalam konteks dunia berbahasa Inggris

Banyak domain bergantung pada badan standar dan metode pengujian yang terkenal:

  • ISO/IEC untuk sistem dan properti teknis (tergantung domain)

  • ASTM untuk material dan metode pengujian (tergantung domain)

  • Panduan NIST untuk klaim yang relevan dengan keamanan

Standar sangat membantu sebagai garis dasar, tetapi bukan "yang terbaik universal" relevansi tergantung pada kebutuhan pengguna (A2).


Referensi

  1. Akerlof, G. A. (1970). The market for “lemons”: Quality uncertainty and the market mechanism. Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–00.[source]
  2. Popper, K. R. (1959). The Logic of Scientific Discovery. Routledge. (Original work published 1935)[source]
  3. Cronbach, L. J., & Meehl, P. E. (1955). Construct validity in psychological tests. Psychological Bulletin, 52(4), 281–02.[source]
  4. Longino, H. E. (1990). Science as Social Knowledge: Values and Objectivity in Scientific Inquiry. Princeton University Press.[source]
  5. Open Science Collaboration. (2015). Estimating the reproducibility of psychological science. Science, 349(6251), aac4716.[source]
  6. Messick, S. (1995). Validity of psychological assessment. American Psychologist, 50(9), 741–49.[source]
  7. Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.[source]
  8. International Organization for Standardization. (2015). ISO 9000:2015 Quality management systems — Fundamentals and vocabulary.[source]
  9. Keeney, R. L., & Raiffa, H. (1993). Decisions with Multiple Objectives: Preferences and Value Tradeoffs. Cambridge University Press.[source]

Bacaan lanjutan


Bacaan lanjutan